Blog Lembah Kerinci
Arsip
 
 
 
 
untuk tampilan terbaik gunakan Firefox dengan resolusi minimal 1024 x 768
 
 
 
   
Peninggalan Sejarah Kerinci
Posted on Mei 2006 | Edited on Nov 2011 | Uhangkayo
Peninggalan-Peninggalan yang masih tersisa dari jaman dahulu kala cukup banyak beberapa diantaranya Naskah Melayu, Rumah Laheik, Batu Rajo, Mesjid Keramat, Makam Leluhur.
 
Objek Lain di Kerinci

Kesenian Kerinci Kesenian Kerinci Kesenian Kerinci

Perkebunan Teh Kajoe Aro Perkebunan Teh Kajoe Aro Perkebunan Teh Kajoe Aro

Festival Danau Kerinci Festival Danau Kerinci Festival Danau Kerinci

 

Peninggalan-Peninggalan yang masih tersisa dari jaman dahulu kala cukup banyak beberapa diantaranya merupakan benda-benda keramat yang tidak untuk dipamerkan. Diantara peninggalan sejarah yang ada dimiliki oleh masyarakat Kerinci adalah Naskah Melayu, Rumah Laheik, Batu Rajo, Mesjid Keramat, Makam Leluhur.

Naskah Melayu (Naskah Kuno)

Naskah Kuno berasal dari Kerajaan Darmansa Raya pada abad ke 14. Naskah ini ditulis dengan menggunakan huruf Kawi (Jawa Kuno) dan beberapa lembar ditulis dengan menggunakan huruf Kerinci (Surat Incung). Naskah ini ditulis pada media (kertas) yang disebut dengan daluang yang terbuat dari beberapa lapis daun yang dipukul menjadi satu.


Naskah Melayu lembar pertama.

Naskah Kuno ini tidak dapat diartikan sepenuhnya karena lembaran naskah ini telah rusak dan tulisannya tidak dapat dibaca dengan jelas. Naskah yang berjumlah 36 lembar ini diklaim sebagai Naskah Melayu tertua di dunia.

Naskah Kuno ini disimpan oleh salah seorang tetua desa pada Desa Tanjung Tanah Kecamatan Sitinjau Laut dan hanya diperlihatkan pada acara adat, seperti pada acara Kenduri Sko. Untuk mengetahui lebih jauh tentang Naskah Kuno anda dapat klik disini.


Labu Kembar sarat dengan nuansa mistis.

Benda pusaka lainnya berupa Labu Kembar yang terdapat di Desa Seleman. Labu yang berasal dari abad ke 18 ini digunakan sebagai sarana perdukunan. Selain itu di Desa Seleman juga dijumpai beberapa peninggalan sejarah dari abad ke 17 antara lain Tenun Ideak Sudeah dan Tabung Tulisan Incung. Tenun ideak Sudeah atau dalam Bahasa Indonesia tenunan yang belum jadi/selesai pengerjaannya, tenun ini dibuat dari serat nenas. Tabung Tulisan Incung merupakan bambu dengan tulisan incung, tulisan di bambu ini menceritakan nenek moyang masyarakat setempat. Kedua benda ini disimpan di Rumah Gadang Desa Seleman.

kembali ke atas

Rumah Laheik (Khas Kerinci)


Rumah Laheik, kediaman asli masyarakat Kerinci.

Laheik atau larik dalam bahasa Indonesia berarti baris, Rumah Laheik dapat diartikan sebagai rumah yang tersusun atas beberapa rumah yang menyatu, dan rumah ini ditempati oleh beberapa keluarga. Rumah Laheik terdapat di beberapa desa dalam Kecamatan Danau Kerinci yaitu Desa Seleman, Desa Cupak, Desa Sebukar, serta di Kawasan Limo Luhah Kota Sungai Penuh. Namun, keberadaan Rumah Laheik sekarang sulit ditemui dalam keadaan utuh,

Penelitian yang seksama telah dilakukan pada kawasan Rumah Laheik  Limo Luhah  Kota Sungai Penuh oleh Sanjiva Revi, untuk mendapatkan informasi penting bagi pelestarian. Hasil penelitian yang lebih detil dapat klik disini.

kembali ke atas

Batu Rajo


Batu Rajo tempat duduk para raja pada jaman dahulu.

Batu Raja terletak di pinggir jalan raya Desa Baru Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau kira-kira 12 km dari Sungai Penuh. Batu Raja ini lebih menyerupai Dolmen, yang terdiri atas empat buah batu datar pipih dengan ukuran panjang 1,75 – 2,75 m dan lebar 1,75 – 2 m. Dolmen yang tidak mengalamai pengerjaan oleh tangan manusia ini dipercaya sebagai tempat duduk para raja pada jaman dahulu.

kembali ke atas

Mesjid Keramat


Mesjid Keramat Desa Koto Tuo.

Mesjid Keramat terletak di Desa Koto Tuo Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau, sekitar 12 km dari Sungai Penuh. Mesjid ini dibangun pada tahun 1785 M seluas 27 X 27 m oleh ulama Thariqat Samaniah yaitu Haji Rahei dan Haji Ratih. Seperti halnya bangunan jaman dulu konstruksi Mesjid ini di dominasi oleh kayu tanpa menggunakan paku. Mesjid ini memiliki 25 tiang dengan ukiran yang unik pada tiap sudut. Pada jaman dulu, tiang utama ditengah (pada ketinggian ± 6 m) digunakan sebagai tempat azan yang dihubungkan oleh jembatan dari sebelah kiri mesjid. Terdapat 3 tabuh di mesjid ini yang memiliki fungsi yang berbeda. Dua tabuh terletak di dalam mesjid yang berfungsi sebagai penanda waktu sholat (tabuh kecil) dan tabuh yang lain sebagai penanda adanya penduduk yang meningggal. Tabuh yang paling besar terletak di luar mesjd yang dibunyikan saat ada bencana seperti kebakaran.

Mesjid ini melambangkan perjuangan rakyat Pulau Tengah dalam menentang penjajahan Belanda. Diceritakan oleh penjaga Mesjid ini, bahwa Mesjid ini adalah satu-satunya bangunan yang tidak tersentuh oleh api saat serangan Belanda, sementara bangunan dan rumah-rumah penduduk yang berada disekitar Mesjid habis terbakar. Mesjid yang telah melewati berbagai masa ini sering diziarahi oleh para peziarah dari Malaysia, Singapura bahkan dari negara-negara Arab. Beberapa peziarah tidak segan-segan untuk menginap beberapa hari di rumah penduduk sekedar untuk dapat beribadah di Mesjid ini.

kembali ke atas

Makam - makam


Makam Rio Gilang Tuo, tetua Desa Keluru.

Terdapat beberapa makam yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai nenek moyang desa mereka. Diantaranya makam Rio Gilang Tuo yang terletak di Desa Keluru Kecamatan Keliling Danau. Rio Gilang Tuo merupakan pendatang dari Kerajaan Sriwijaya pada abad ke 7. Menurut keterangan masyarakat setempat, keberadaan Rio Gilang Tuo diketahui dari orang yang "kesurupan" setelah bertapa selama 3 hari di makam tersebut.

Masyarakat setempat juga menyebutkan bahwa makam ini sering diziarahi oleh peziarah dari daerah Palembang (Pagar Alam) dan Bengkulu yang juga mengakui keberadaan Rio Gilang Tuo di daerah mereka. Disamping makam Rio Gilang Tuo ini terdapat dua makam yang juga diyakini sebagi nenek moyang Desa Keluru yang benama Rio Ganum dan Menggung.

Di Desa Tanjung Tanah Kecamatan Danau Kerinci terdapat makam Ninik Jilatih. Menurut cerita dari keturunan beliau yang masih hidup, Ninik Jilatih memiliki kesaktian yang dalam sekejap mata mampu pulang pergi ke Mekah. Ninik Jilatih juga disebutkan sebagai penyebar agama Islam, metode yang digunakan adalah dengan masuk kedalam tatanan masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan mayarakat tersebut.

kembali ke atas

 

 
 
Temukan di Google Map

Lihat Lembah Kerinci di peta yang lebih besar
 
 
Saling-Sapa
 
Blog Lembah Kerinci
Arsip
 
 
 
Kegiatan Teman
 
 

Home
Beranda Kerinci
Arti Kata Kerinci
Suku Asli Kerinci
Wilayah Kerinci
Menuju Kerinci
Peta Kerinci OnLine
 
About
Kebijakan Pengutipan
Hubungi Kami
Support Us
Uhangkayo?
 
Visit Us
Air Panas Alam
Danau Belibis
Danau Gunung Tujuh
Danau Kerinci
Fauna Khas Kerinci
Flora Khas Kerinci
Festival Danau Kerinci Gunung Kerinci
Kesenian Kerinci
Peninggalan Sejarah
Perkebunan Teh
Rawa Bento
 
Accommodation
Alamat Penting
Bank
Penginapan
Rumah Makan
 
More About Kerinci
Dendeng Batokok
Naskah Melayu
Orang Pandak
Rumah Larik
e-book: Wisata Kerinci
 
Peta Lembah Kerinci
Kec. Air Hangat
Kec. Air Hangat Timur
Kec. Batang Merangin
Kec. Danau Kerinci
Kec. Depati Tujuh
Kec. Gunung Kerinci
Kec. Gunung Raya
Kec. Gunung Tujuh
Kec. Hamparan Rawang
Kec. Kayu Aro
Kec. Keliling Danau
Kec. Kumun Debai
Kec. Pesisir Bukit
Kec. Sitinjau Laut
Kec. Siulak
Kec. Sungai Penuh
Kec. Tanah Kampung
 
Kategori Blog
(Eko)Wisata
Creativication
Go Green
Lembah Kerinci
Kuliner
Pahlawan
Pendidikan
Reflection
Sains dan Teknologi
Software
Video
 
External Link
Kapupaten Kerinci
Kota Sungai Penuh
Kementerian Pariwisata
Indonesia Travel
Detik Travel
Uli Kozok
 
UHANGKAYO (Ver 6.5) © 2006-2014 ~ Content, Design & Programing by Mi1antara DMCA.com Protection Status