Blog Lembah Kerinci
Arsip
 
 
 
 
untuk tampilan terbaik gunakan Firefox dengan resolusi minimal 1024 x 768
 
 
 
   
Fauna Khas Kerinci
Posted on Mei 2006 | Edited on Nov 2011 | Uhangkayo
Paok Schneideri ditemukan kembali tahun 1980-an setelah menghilang dari pengamatan pakar burung selama hampir 100 tahun.
 
Objek Lain di Kerinci

Flora Khas Kerinci Flora Khas Kerinci Flora Khas Kerinci

Danau Gunung Tujuh Danau Gunung Tujuh Danau Gunung Tujuh

Kesenian Kerinci Kesenian Kerinci Kesenian Kerinci

 

Lembah Kerinci dengan adanya Taman Nasional Kerinci Seblat menawarkan beragam fauna endemik untuk diamati. Informasi yang diberikan oleh situs TNKS menyebutkan beberapa avifauna hutan hujan pegunungan yang sempat dinyatakan hilang ditemukan kembali di administratif Kerinci (TNKS) seperti Paok Schneideri (Pitta schneideri). Tidak tanggung-tanggung pengamat burung yang andal berharap menemukan kembali Tokhtor Sunda di dalam taman nasional. Taman Nasional ini secara pasti adalah salah satu dari suaka hidupan liar terpenting di dunia.

Paok Schneideri ditemukan kembali tahun 1980-an setelah menghilang dari pengamatan pakar burung selama hampir 100 tahun. Hanya sedikit yang diketahui tentang kebiasaan burung ini dan sampai saat ini belum ditemukan sarangnya. Burung ini berbiak di Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh, dimana burung yang masih muda (berbercak-bercak) kadang-kadang terlihat sekelibat di jalan setapak. Burung jantan mempunyai kepala seperti buah berangan yang terang dan punggung berwarna biru yang indah.


Paok Schneideri, jenis burung yang sempat dinyatakan
hilang hampir 100 tahun, ditemukan kembali di TNKS.

Paok yang bertubuh gemuk, berekor pendek dan hidup di atas tanah ini lebih menyukai tempat yang tinggi, hidup di hutan pegunungan antara 1.000-2.300 m. Seperti semua jenis paok lainnya, burung ini sulit terlihat dan kebanyakan penglihatan berlangsung ketika burung ini sedang berburu di sepanjang jalan stapak untuk mencari serangga dan siput.

Sempidan Sumatera juga ditemukan kembali pada pertengahan tahun 1980-an di Gunung Kerinci, dan selama beberapa waktu hanya dikenal dari gunung tersebut. Burung yang kulit mukanya merah ini memakan serangga, biji-bijian, dan buah yang jatuh. Sempidan Sumatera hidup di berpasangan atau dalam kelompok kecil pada ketinggian lebih dari 1.000 m dpl dan hanya terbatas di habitat hutan primer.

Di hutan atas Gunung Tujuh (1.905 m), tercatat beberapa mamalia endemik seperti kucing emas, Kelinci Sumatra, Tapir, Lutung (simpai), Beruk dan Siamang.

Kelinci Sumatera hanya terdapat di gunung-gunung Sumatera. Sejak 1930 peneliti belum menemukan specimen yang masih hidup dan hanya sedikit sekali spesimen yang telah dikoleksi. Perilakunya sangat berbeda dengan kelinci lainnya karena langka, pemalu dan hidup berpasangan. Kelinci ini juga unik karena telinganya kecil dan kulitnya berpola garis-garis yang indah. Jenis ini mempunyai selang habitat yang luas, tidak terbatas pada gunung berapi saja, namun juga pada hutan pegunungan di ketinggian 900 m dpl.


Kelinci Sumatera hanya terdapat di pegunungan Sumatera.

Mamalia lain yang hidup di Hutan Gunung Tujuh adalah Kucing emas yang lebih mirip puma daripada jenis harimau hutan Asia lainnya. Ciri yang membedakan dari lima jenis lainnya adalah warna bulunya yang seluruhnya polos tanpa pola. Walaupun warna dominan adalah coklat keemasan, kucing emas mungkin bisa berwarna coklat tua atau abu-abu. Kucing emas berburu dan berjalan di atas tanah (walaupun bisa memanjat pohon) dan tampaknya suka berkelompok bila dibandingkan dengan jenis kucing hutan lainnya. Kucing ini termasuk kelompok karnivora pemakan mamalia yang lebih kecil, mungkin bisa memangsa kijang, juga amfibi, kadal, burung tanah (sempidan, dll.).

Informasi lebih lengkap tentang satwa-satwa di atas dapat anda temukan di situs Taman Nasional Kerinci Seblat.

 

 
 
Temukan di Google Map

Lihat Lembah Kerinci di peta yang lebih besar
 
 
Saling-Sapa
 
Blog Lembah Kerinci
Arsip
 
 
 
Kegiatan Teman
 
 

Home
Beranda Kerinci
Arti Kata Kerinci
Suku Asli Kerinci
Wilayah Kerinci
Menuju Kerinci
Peta Kerinci OnLine
 
About
Kebijakan Pengutipan
Hubungi Kami
Support Us
Uhangkayo?
 
Visit Us
Air Panas Alam
Danau Belibis
Danau Gunung Tujuh
Danau Kerinci
Fauna Khas Kerinci
Flora Khas Kerinci
Festival Danau Kerinci Gunung Kerinci
Kesenian Kerinci
Peninggalan Sejarah
Perkebunan Teh
Rawa Bento
 
Accommodation
Alamat Penting
Bank
Penginapan
Rumah Makan
 
More About Kerinci
Dendeng Batokok
Naskah Melayu
Orang Pandak
Rumah Larik
e-book: Wisata Kerinci
 
Peta Lembah Kerinci
Kec. Air Hangat
Kec. Air Hangat Timur
Kec. Batang Merangin
Kec. Danau Kerinci
Kec. Depati Tujuh
Kec. Gunung Kerinci
Kec. Gunung Raya
Kec. Gunung Tujuh
Kec. Hamparan Rawang
Kec. Kayu Aro
Kec. Keliling Danau
Kec. Kumun Debai
Kec. Pesisir Bukit
Kec. Sitinjau Laut
Kec. Siulak
Kec. Sungai Penuh
Kec. Tanah Kampung
 
Kategori Blog
(Eko)Wisata
Creativication
Go Green
Lembah Kerinci
Kuliner
Pahlawan
Pendidikan
Reflection
Sains dan Teknologi
Software
Video
 
External Link
Kapupaten Kerinci
Kota Sungai Penuh
Kementerian Pariwisata
Indonesia Travel
Detik Travel
Uli Kozok
 
UHANGKAYO (Ver 6.5) © 2006-2014 ~ Content, Design & Programing by Mi1antara DMCA.com Protection Status