Blog Lembah Kerinci
Arsip
 
 
 
 
untuk tampilan terbaik gunakan Firefox dengan resolusi minimal 1024 x 768
 
 
 
   
Rumah Larik, Kerinci
Monday, Dec 26, 2011, 06:49 - Moh. Sanjiva Refi Hsb
Karakteristik dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lanskap Budaya Rumah Larik Limo Luhah di Kota Sungai Penuh, Kerinci, Jambi
 
Tentang Kerinci
Dendeng Batokok Dendeng Batokok Dendeng Batokok

Orang Pendek Orang Pendek Orang Pendek

Naskah Melayu Naskah Melayu Naskah Melayu

 

Salah satu suku/etnik di Indonesia yang memiliki lanskap budaya berupa permukiman tradisional adalah Suku Kerinci yang terdapat di Kota Sungai Penuh, Kerinci.  Masyarakat ini membentuk sebuah pola permukiman tradisional yang disebut Rumah Larik. Permukiman ini dinamakan Rumah Larik oleh masyarakat setempat karena pola penataannya yang berjejer memanjang dan saling berhadapan antara satu rumah dengan rumah lainnya sehingga membentuk sebuah larik. Perkembangan kota-kota baru di Indonesia termasuk Kota Sungai Penuh, semakin mendegradasi keberadaan lanskap Rumah Larik sebagai bagian dari peninggalan sejarah dan budaya masyarakat di dalamnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah studi untuk mengidentifikasi karakteristik dan faktor-faktor  yang mempengaruhi lanskap budaya Rumah Larik sehingga dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah. Informasi ini penting untuk menentukan tindakan pelestarian yang tepat agar lanskap budaya Rumah Larik dapat bertahan dalam proses kotanisasi yang sedang terjadi. 

Rumah Larik merupakan permukiman tradisional masyarakat Suku Kerinci yang memiliki pola berjejer memanjang dari arah Timur ke Barat sambung menyambung antara satu rumah dengan rumah di sebelahnya hingga membentuk sebuah larik.

Tatanan lanskap kawasan Rumah Larik dalam wilayah adat Depati Nan Bertujuh dapat dibagi berdasarkan konsep ruang makro, meso, dan mikro. Ruang makro terdiri dari ruang hutan, ruang pertanian, dan ruang permukiman. Hutan berfungsi sebagai daerah resapan dan sumber air bagi pertanian dan permukiman. Ruang pertanian terdiri dari ladang (tanah kering) dan sawah (tanah basah). Ladang terdapat di kaki – kaki bukit yang berfungsi sebagai lahan untuk bercocok tanam bagi masyarakat dan sebagai lahan cadangan untuk mendirikan permukiman baru. Sawah atau tanah basah merupakan tanah adat yang berstatus hak milik pribadi sesuai dengan pembagian yang telah diatur oleh Ninik Mamak. Ruang permukiman berada dalam area yang disebut tanah “parit sudut empat”. Parit sudut empat ini merupakan batas permukiman tradisional masyarakat adat dengan permukiman di luarnya. Tanah dan rumah dalam parit sudut empat ini berstatus hak milik kaum yaitu milik anak batino dan tidak boleh diperjual belikan.

Ruang meso kawasan Rumah Larik adalah luhah. luhah merupakan permukiman berupa larik-larik yang terdapat dalam tanah parit sudut empat. Masyarakat yang tinggal dalam satu luhah berasal dari satu nenek moyang yang sama dan dipimpin oleh Ninik Mamak. Elemen-elemen lanskap yang terdapat dalam sebuah luhah antara lain yaitu, Rumah Larik, masjid, surau, makam nenek moyang, tabuh larangan, pemandian umum, dan lapangan terbuka. Ruang mikro pada kawasan Rumah Larik adalah rumah tempat tinggal dan pekarangan. Rumah Larik merupakan rumah dengan arsitektur tradisional yang unik. Rumah ini menerapkan konsep sumbu vertikal (nilai ketuhanan) dan sumbu horisontal (nilai kemanusiaan).

Tatanan lanskap kawasan Rumah Larik Limo Luhah dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu filosofi hidup masyarakat yang berorientasi pada alam, adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat, kehidupan sosial budaya, dan kepercayaan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah banyak merubah tatanan lanskap, namun tidak merubah budaya dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat.

Permasalahan yang mempengaruhi keberlanjutan kawasan Rumah Larik Limo Luhah terdiri atas dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terkait dengan adat istiadat dan sikap budaya masyarakat, sedangkan faktor eksternal terkait dengan kebijakan pemerintah dan pengaruh budaya luar. Konsep pelestarian yang dihasilkan adalah mengupayakan kerjasama dan koordinasi antara masyarakat (lokal dan perantau) dengan pemerintah dalam melestarikan lanskap budaya Rumah Larik Limo Luhah. Tindakan pelestarian yang sesuai untuk kawasan Rumah Larik Limo Luhah antara lain rehabilitasi, preservasi, dan konservasi.

 

Download Full Text dalam PDF (17 Halaman)

Catatan:

Diedarkan atas persetujuan dari penulis (Moh. Sanjiva Refi Hsb)

 

 
 
Temukan di Google Map

Lihat Lembah Kerinci di peta yang lebih besar
 
 
Saling-Sapa
 
Blog Lembah Kerinci
Arsip
 
 
 
Kegiatan Teman
 
 

Home
Beranda Kerinci
Arti Kata Kerinci
Suku Asli Kerinci
Wilayah Kerinci
Menuju Kerinci
Peta Kerinci OnLine
 
About
Kebijakan Pengutipan
Hubungi Kami
Support Us
Uhangkayo?
 
Visit Us
Air Panas Alam
Danau Belibis
Danau Gunung Tujuh
Danau Kerinci
Fauna Khas Kerinci
Flora Khas Kerinci
Festival Danau Kerinci Gunung Kerinci
Kesenian Kerinci
Peninggalan Sejarah
Perkebunan Teh
Rawa Bento
 
Accommodation
Alamat Penting
Bank
Penginapan
Rumah Makan
 
More About Kerinci
Dendeng Batokok
Naskah Melayu
Orang Pandak
Rumah Larik
e-book: Wisata Kerinci
 
Peta Lembah Kerinci
Kec. Air Hangat
Kec. Air Hangat Timur
Kec. Batang Merangin
Kec. Danau Kerinci
Kec. Depati Tujuh
Kec. Gunung Kerinci
Kec. Gunung Raya
Kec. Gunung Tujuh
Kec. Hamparan Rawang
Kec. Kayu Aro
Kec. Keliling Danau
Kec. Kumun Debai
Kec. Pesisir Bukit
Kec. Sitinjau Laut
Kec. Siulak
Kec. Sungai Penuh
Kec. Tanah Kampung
 
Kategori Blog
(Eko)Wisata
Creativication
Go Green
Lembah Kerinci
Kuliner
Pahlawan
Pendidikan
Reflection
Sains dan Teknologi
Software
Video
 
External Link
Kapupaten Kerinci
Kota Sungai Penuh
Kementerian Pariwisata
Indonesia Travel
Detik Travel
Uli Kozok
 
UHANGKAYO (Ver 6.5) © 2006-2014 ~ Content, Design & Programing by Mi1antara DMCA.com Protection Status